Ingin Pasang KB Spiral? Ketahui Dulu Tipe-Tipenya

  • Whatsapp
parenting.orami.co.id

Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu program pemerintah untuk mengatur jarak kelahiran anak dalam satu keluarga. Tujuannya untuk menekan angka kelahiran dan pertambahan penduduk yang bisa saja membludak jika tidak dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, ada berbagai jenis KB yang bisa digunakan oleh masyarakat. Salah satunya KB spiral.

Sudah tahu KB spiral? KB spiral adalah salah satu alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan sampai beberapa waktu setelah melahirkan anak sebelumnya sehingga jarak antar anak bisa diatur karena untuk bisa hamil lagi maka hanya perlu melepas KB spiral. Jadi, jangan khawatir tidak bisa hamil lagi setelah pasang KB Spiral.

Read More

banner 300250

Ternyata KB spiral ada tipe-tipenya, berikut penjelasannya

1. IUD Hormonal

IUD (Intra Uterine Device) adalah nama lain dari KB Spiral. Salah satu jenisnya adalah IUD Hormonal. Tentu ada alasan kenapa dinamakan dengan IUD hormonal, apa kamu sudah tahu? Nah, bagi yang belum tahu, IUD hormonal ini adalah jenis KB spiral yang bisa melepaskan hormon tertentu untuk menunda kehamilan.

Hamil bisa terjadi jika sperma mampu mencapai sel telur bukan? Nah, IUD hormonal melepaskan progestin untuk membuat lendir di leher rahim menjadi kental. Sehingga sperma akan sulit bahkan mustahil untuk masuk dan membuahi sel telur yang akhirnya menyebabkan kehamilan.

Selain itu, progestin yang dilepaskan IUD hormonal akan membuat lapisan rahim menjadi tipis. Karena tipis inilah, sel telur akan sulit bertahan. Sehingga saat memakai KB spiral jenis ini akan sulit hamil juga. Oleh karena itu, IUD hormonal cukup berhasil untuk kamu yang ingin mengatur jarak kehamilan.

2. IUD Non Hormonal

Tipe KB Spiral yang kedua adalah IUD non hormonal. Berbeda dengan IUD hormonal yang melepaskan hormon tertentu untuk mencegah kehamilan dalam beberapa waktu tertentu, IUD non hormonal terbuat dari tembaga. IUD non hormonal yang dipasang di uterus akan merusak sperma yang masuk ke leher rahim.

Keberhasilan penggunaan KB spiral tipe non hormon mencapai angka 99%, karena selain merusak sperma agar tidak sampai menembus sel telur, KB spiral non hormon juga mampu menghentikan perkembangan sel telur yang sehat dan menghancurkan telur-telur yang sedang berkembang di indung telur. Sehingga tidak memungkinkan terjadinya kehamilan.

Nah, itulah beberapa tipe KB spiral yang perlu kamu ketahui sebelum akhirnya memutuskan menemui dokter kandungan dan memasang KB spiral. Setiap jenis KB spiral memiliki kelebihan dan efek samping masing-masing. Jangan lupa berkonsultasi terlebih dahulu dengan bidan/ dokter kandungan kamu terkait keamanannya untuk kamu.

Meski harga KB spiral cenderung lebih mahal daripada pil KB dan alat kontrasepsi yang lain, KB spiral lebih efektif untuk menunda kehamilan. Serta tentunya juga sangat banyak disukai oleh banyak orang di Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *